Blogger templates

Rabu, 17 Januari 2018

Cara Menanam Tanaman Rempah



Jika Anda senang membumbui masakan dengan rempah segar (fresh herb), menanam tanaman rempah sendiri bisa menjadi pilihan untuk berhemat yang menguntungkan. Rempah merupakan tanaman yang tidak membutuhkan banyak perawatan, bisa tumbuh di dalam maupun di luar ruangan, di pot maupun di tanah – Anda hanya butuh tempat yang hangat, terkena sinar matahari langsung dan beberapa persediaan dasar.




Metode1Memulai

1
Pilih tanaman yang akan ditanam. Rempah apa yang sering Anda gunakan untuk membumbui masakan? Saat memilih tanaman rempah yang akan ditanam, pikirkan dahulu rempah yang Anda sukai. Karena tanaman rempah mudah dan cepat tumbuh, Anda mungkin bisa mencoba menanam satu atau dua tanaman rempah yang biasanya tidak Anda beli di toko bahan makanan. Ketika sudah tahu apa yang Anda pilih, belilah benih dalam kemasan di kebun bibit setempat atau secara daring (online) .
Basil, adas, sage, rosemary, thyme, oregano, dan mint adalah tanaman rempah yang biasa digunakan untuk banyak masakan. Jika Anda ingin menanam aneka tanaman rempah, tanaman tersebut bisa menjadi tanaman yang pertama kali ditanam untuk kebun tanaman rempah Anda. Anda juga bisa membuat taman teh herbal.
Jika Anda ingin menanam rempah di luar ruangan, perhitungkan iklim dan tanah di wilayah tempat tinggal Anda. Anda harus tahu tanaman rempah apa yang cocok tumbuh di daerah tempat tinggal Anda.

2
Tentukan tanaman rempah itu hendak ditanam di mana. Tanaman rempah mudah tumbuh baik di dalam maupun di luar ruangan. Anda juga bisa memilih antara menanam tanaman tersebut langsung di tanah atau di pot. Kebanyakan tanaman rempah membutuhkan sinar matahari langsung, karena itu pilih tempat yang terang.
Jika Anda menanam tanaman rempah di petak tanaman sayur, beri jarak tanaman rempah dengan tanaman sayur sekitar 15 – 30 sentimeter.
Anda bisa menanam tanaman rempah itu di pot yang terpisah, atau belilah pot besar dan tanam beberapa jenis tanaman rempah bersama.

3
Dapatkan tanah untuk pot. Komposisi tanah adalah faktor penting untuk keberhasilan menanam tanaman rempah. Tanaman rempah bisa tumbuh di tanah dengan pH netral (antara 6,5 sampai 7), tapi tanah tersebut tidak mesti subur. Malahan jika terlalu banyak unsur haranya, tanaman tersebut akan tumbuh terlalu lebat dan aromanya menjadi hambar. Yang lebih penting daripada kesuburan tanah adalah drainase. Tanah sebaiknya gembur dan tidak menggumpal supaya bisa terairi dengan baik.
Jika Anda menanam tanaman rempah dari benih, cari tanah untuk pot yang tidak banyak kandungan nutrisi ekstranya, karena benih sudah mengandung nutrisi yang mereka butuhkan untuk berkecambah dan berakar.[1]
Untuk semaian yang sudah besar, pilih tanah pot yang tidak terkena pestisida.
Anda dapat mencampur tanah yang Anda beli dengan kompos untuk membantu tanaman rempah itu tumbuh dengan kuat dan sehat.[2]



Metode2Menanam Benih

1
Mulailah pada awal musim semi. Saat terbaik untuk mulai menanam benih adalah ketika temperatur masih dingin dan musim semi baru akan mulai. Dengan demikian, benih punya waktu untuk berkecambah dan mengakar; mereka akan siap ditanam ketika suhu mulai tinggi.

2
Siapkan wadah untuk menanam benih. Benih tanaman rempah dapat disemai di wadah kecil apa pun, seperti karton wadah telur, bekas wadah yogurt, atau wadah yang dijual di tempat penjualan bibit. Beri label wadah tersebut sehingga Anda tahu benih apa yang Anda tanam di situ. Isi masing-masing wadah dengan tanah, kemudian lembabkan tanah tersebut dengan sedikit air. Taruh wadah di tempat yang terkena cahaya matahari dengan suhu stabil kira-kira 20 derajat Celcius. Pada tahap awal, benih sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung, karena bisa kepanasan.
Bahkan jika Anda hendak menanam tanaman rempah di luar ruangan, lebih mudah menyemai benih di dalam ruangan, di tempat Anda dapat mengontrol air dan suhu.
Kebanyakan tanaman rempah membutuhkan lingkungan yang lembab untuk mulai bertumbuh. Jika Anda tinggal di daerah yang udaranya sangat kering, tutup pot benih itu dengan plastik yang longgar. Jangan menutupnya terlalu kencang, karena benih butuh udara yang mengalir agar dapat tumbuh.

3
Rendam benih. Cara ini membantu benih supaya siap untuk bertumbuh. Taruh benih di lapisan datar di antara dua tisu dapur yang lembab. Biarkan benih itu terendam selama kira-kira 4 jam pada hari ketika Anda hendak menanamnya.[3]

4
Tanam benih. Cek kemasan benih untuk mengetahui bagaimana sebaiknya benih tanaman rempah itu ditanam. Sebagian hanya perlu disebar merata di atas permukaan tanah, sementara yang lain tidak akan tumbuh kecuali benih itu ditanam di bawah permukaan. Jaga suhu dan sinar matahari tetap stabil, dan pastikan tanahnya tidak kering.

5
Menyiangi tanaman yang baru tumbuh. Begitu tanaman sudah mengeluarkan daun, singkirkan beberapa tanaman yang ada di pot tersebut agar tanaman yang kuat mendapat tempat untuk tumbuh. Buang tanaman yang tidak bisa tumbuh dengan baik dan beri jarak antar tanaman yang tersisa kira-kira 2,5 sentimeter. .[4]



Metode3Menanam Tanaman Rempah

1
Siapkan petak tanah untuk menanam. Gunakan garu untuk menggemburkan tanah dan mengaduk campuran tanah yang Anda beli untuk tanaman rempah tersebut sedalam kira-kira 15 sentimeter. Percikkan air ke tanah tersebut untuk melembabkannya. Gali lubang dengan terpaut jarak beberapa sentimeter untuk menanam tanaman rempah tersebut.
Jika Anda menanam tanaman rempah di pot, tentukan kira-kira pot itu bisa muat berapa tanaman. Banyak tanaman rempah yang menjadi besar jika tumbuh, sehingga Anda jangan menanam lebih dari 2-3 semaian dalam masing-masing pot.
Anda bisa menambahkan sedikit pupuk ke tanah tersebut, tetapi ingat, jangan terlalu berlebihan karena justru bisa membuat tanaman rempah Anda tidak tumbuh dengan subur.

2
Tanam semaian. Tanaman rempah siap ditanam ketika mereka sudah cukup kuat dan memunculkan beberapa daun yang cukup besar. Tanam di luar ruangan ketika suhu di atas 10 derajat Celcius, dan tanah tidak beku karena salju. Pelan-pelan angkat semaian tanaman rempah itu dari pot, goyangkan akarnya, lalu tanamlah di tanah. Tepuk-tepuk tanah di sekitar dasar batang, kemudian lembabkan sekitar tempat tersebut dengan air.
Jika Anda menanam tanaman rempah di luar ruangan, ada baiknya membuat tanaman tersebut bertransisi agar bisa menyesuaikan diri dengan suhu luar. Caranya adalah dengan membiarkannya “tumbuh lebih kuat” di garasi atau luar ruangan yang cukup terlindung selama beberapa hari sebelum Anda menanamnya di tanah.

3
Rawat tanaman rempah Anda. Bagaimana tanaman rempah itu bertumbuh, Anda hanya perlu memastikan tanaman tersebut senantiasa cukup terpapar sinar matahari dan mendapatkan air. Perhatikan untuk melembabkan permukaan tanah, dan usahakan jangan sampai kering. Tanaman rempah Anda akan tumbuh dengan sehat dan kuat, dan tak lama lagi bisa dipanen.





Tips

Sebagian orang berusaha mendapatkan drainase yang bagus dengan menaikkan petak tanah beberapa sentimeter. Caranya adalah dengan membuat pinggiran dari batu bata, kayu gelondongan, atau batu, dan keuntungannya Anda akan mendapatkan petak tanah yang rapi. Keuntungan dari meninggikan petak tanah itu adalah pembuatannya cepat. Anda bisa membuat pinggiran sesuai rancangan Anda—persis di atas rumput. Taruh tanah yang cocok untuk tanaman rempah pada tiap bagian setinggi 10 – 15 sentimeter. Rumput di bawah tanah tersebut akan mati karena tidak mendapatkan sinar matahari dan udara dan, setelah membusuk, bisa menjadi pupuk. Tutup bedengan tanah tersebut dengan kompos setinggi 10 – 15 sentimeter dan singkirkan rumput yang tersisa. Gabungan sinar matahari dan tanah yang cepat menyerap air akan membuat tanaman rempah subur dan tidak dihinggapi penyakit yang ditimbulkan jamur, sehingga tanaman Anda tetap sehat. Hawa yang panas-kering juga akan menghimpun minyak esensial di daun sehingga nantinya akan menghasilkan cita rasa terbaik.

Cara Budidaya Tanaman Hortikultura Dengan Mudah Dan Praktis



Apakah sekarang ini anda sedang mencari cara budidaya tanaman hortikultura secara mudah dan praktis untuk di praktekkan di rumah? Namun sebelumnya apakah anda mengerti apa yang

Teknik Dan Cara Mudah Budidaya Tanaman Hortikultura Beserta Contohnya



Sebenarnya apa yang dimaksud dengan tanaman hortikultura itu ? pengertian dari tanaman hortikultura adalah tanaman yang dibudidayakan di kebun. Karena kata hortikultura sendiri dari bahasa latin yaitu hortus yang berarti tanaman kebun dan cultura atau colere yang berarti budidaya.

Sekilas Tentang Kegiatan Panen Padi di Riau 15 Januari 2018



Panen padi di Provinsi Riau pada Senin, 15 Januari 2018 tampak ada di beberapa lokasi. Seperti di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi-Riau, petani melakukan panen padi varietas PB42 pada hamparan seluas 10,7 hektar. Di lokasi ini,

Kelapa Sawit Indonesia Semakin Menjadi Andalan Ekonomi Nasional

Hasil gambar untuk Kelapa Sawit Indonesia Semakin Menjadi Andalan Ekonomi Nasional

Saat ini, kelapa sawit Indonesia telah berkembang menjadi bagian yang paling penting di dunia. Dalam hal produksi minyak sawit, Indonesia saat ini menjadi nomor satu dan telah mengalahkan Malaysia. Dari 64 juta ton produksi sawit dunia, Indonesia menyumbang lebih dari setengahnya yaitu 35 juta ton. Indonesia menyumbang 54 persen dari produksi minyak sawit dunia.

Apa kunci dari prestasi ini? Pada hakekatnya, kelapa sawit Indonesia dan produk turunannya bersaing karena kita menguasai supply chain dari bahan baku hingga produk akhir, dimana mengandung 87 persen komponen domestik. Keunggulan ini tidak dimiliki oleh komoditas pertanian lain.

Informasi yang membanggakan ini disampaikan dalam rangkaian acara Seminar Rutin PSEKP, pada hari Kamis tanggal 28 September 2017 di Gedung A Kementerian Pertanian. Presenter seminar adalah DR Delima Azahari, seorang peneliti senior di PSEKP (Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian), dan sekaligus terlibat langsung memimpin berbagai delegasi dalam negosiasi kelapa sawit di level dunia. Seminar memaparkan judul “Sawit Indonesia yang Berkelanjutan: Tantangan Dan Kebijakan Yang Diharapkan”. Materi seminar secara garis besar terdiri atas perkembangan sawit indonesia, tantangan yang dihadapi, bagaimana perkembangan sawit indonesia yang berkelanjutan, serta diakhiri dengan identifikasi dan saran untuk kebijakan yang diharapkan.

Kelapa sawit tidak hanya telah menjelma menjadi penyumbang paling penting devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat, namun juga menjadi penggerak perkenomian wilayah, menyerap tenaga kerja dan mengentaskan kemiskinan di pedesaan. Kelapa sawit telah berkembang dari luas 300 ribu ha di tahun 1980 menjadi saat ini 16,1 juta ha (menurut data GAPKI), dengan produksi CPO sebesar 40 juta ton. Perlu disampaikan bahwa pangsa perkebunan rakyat terus meningkat, dan saat ini telah menjadi 52 persen dari seluruh luas kebun. Luas total perkebunan rakyat diduga telah mencapai 9 juta ha, bukan lagi 6 juta ha sebagaimana sering diberitakan. Sementara, luas kebun kelapa sawit BUMN relatif sedikit yakni hanya 515 ha.

Keseluruhan kebun sawit tersebut telah mampu menyerap 4,2 juta orang tenaga kerja untuk sawit rakyat, namun secara keseluruhan adalah 8,2 juta orang. Sawit juga menjadi sumber penghidupan bagi 1,5 juta keluarga petani kecil. Secara ekonomi, sawit telah berperan sebagai kontributor ekonomi utama wilayah, dalam setidaknya 31 kabupaten dan kota di Indonesia. Banyak wilayah dan kota berkembang karena sawit terutama di Provinsi Riau, serta sebagian wilayah di pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Prestasi ini tentu sebuah pencapaian yang sangat membanggakan, di tengah berbagai kampanye negatif yang selalu membayangi. Sawit menghadapi banyak tantangan berupa kampanye hitam internasional terhadap minyak sawit. Isu ini mesti dimaknai secara lebih luas, karena sesungguhnya berada dalam tataran persaingan ekonomi minyak nabati global. Isu-isu lain yang sering mengemuka berkenaan pula dengan permasalahan gizi dan kesehatan, sosial dan pembangunan pedesaan, serta lingkungan dan aspek keberlanjutannya.

Bagaimanapun, manajemen perkebunan yang berkelanjutan merupakan satu keniscayaan. Karena itu, telah cukup lama Indonesia memiliki skema untuk pembangunan sawit yang berkelanjutan, yakni berupa ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) yang bersifat mandatory. Dalam seminar ini juga dipresentasikan secara agak luas berkenaan dengan ISPO, pencapaian dan permasalahannya oleh sekretaris ISPO yakni Ir. R Azis Hidayat, MM.

Skema sawit Indonesia yang berkelanjutan ini memiliki concern yang kuat terhadap berbagai sisi yakni sistem perizinan dan manajemen kebun, penerapan teknis budidaya, pemantauan lingkungan, tanggung jawab terhadap pekerja, pemberdayaan ekonomi masyarakat, tanggung jawab sosial komunitas, dan peningkatan usaha secara berkelanjutan. Upaya keras selama ini merumuskan skema perkebunan sawit berkelanjutan serta implementasinya, telah mampu menghasilkan prestasi sebagai negara dengan prosi certified sustainable palm oil terbesar di dunia. Dari seluruh produksi minyak sawit bersertfikat dunia, Indonesia menyumbang 59 persen, sedangkan Malaysia hanya 27 persen.

Ada banyak permasalahan saat ini yang dihadapi komoditas kelapa sawit utamanya status penguasaan lahan kebun. Diperkirakan 1,7 juta ha lahan sawit rakyat saat ini belum berstatus clean and clear, baik dari status hukum penguasaan maupun peruntukan lahannya. Ada lebih kurang 13,5 persen (1,5 juta ha) lahan sawit saat ini berada di lokasi lahan gambut. Deforestasi karena ekspansi sawit juga tidak dapat diabaikan.

Menghadapi berbagai tantangan ini, maka dibutuhkan berbagai dukungan kebijakan. Pemakalah mencatat ada sembilan kebijakan yang dibutuhkan yakni: (1) peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui program replanting, (2) penyediaan bibit sawit yang bersertifikat, (3) peningkatan akses finansial pekebun rakyat melalui program sertifikasi lahan rakyat, (4) peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, (5) stabilisasi harga melalui peningkatan pasar domestik dan pasar kawasan, (6) diplomasi dan kerjasama investasi dan perdagangan, (7) perbaikan infrastruktur dan fasilitasi perdagangan, (8) data dan informasi, serta (9) penguatan organisasi petan dan pelaku usaha.

Pada tahun 2050 nanti dunia memerlukan tambahan 60-170 juta ton minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan dengan pola konsumsi yang juga berubah. Menghadapi demand yang besar ini, dunia punya pilihan akan memenuhinya dari myak kedelai atau dari sawit. Jika ekspansi kebun kedelai yang dipilih, maka dunia perlu mengkonversi hutan seluas 120-340 juta ha. Namun, jika ekspansi kebun sawit yang dipilih, dunia hanya perlu mengkonversi sepersepuluhnya yakni 12-34 juta hektar. Artinya, kelapa sawit Indonesia memiliki peluang besar untuk lebih berkembang, sehingga skema usaha dan manajemen perkebunan yang berkelanjutan semakin penting dipeluas penerapannya. Implikasi dari ini, maka dukungan politis dari pemerintah secara nyata sangat dibutuhkan

Cara Petani Langsat Permai, Siak-Riau Menekan Kehilangan Hasil Panen

Cara Petani Langsat Permai, Siak-Riau Menekan Kehilangan Hasil PanenGeliat penerapan Pertanian Modern pada usahatani padi sudah banyak dilakukan petani di Kabupaten Siak-Riau. Hal ini tampak dari penggunanaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai

Evaluasi Konsep dan Implementasi UPSUS SIWAB

Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB) yang diluncurkan

Presiden Jokowi Minta Program Pertanian dan Dana Desa Mampu Sejahterakan Masyarakat







Usai memimpin Rapat Terbatas tentang Perkembangan High Speed Train, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung memimpin Rapat Terbatas mengenai Perkembangan Implementasi Program Pengetasan Kemiskinan, di Kantor Presiden,

Dua Program Kementan untuk Tingkatkan SDM PertanianDua Program Kementan untuk Tingkatkan SDM Pertanian


Hasil gambar untuk program pandeglang



Pandeglang – Presiden Joko Widodo terus memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan Dana Desa untuk percepatan pembangunan desa. Kunjungan Presiden ke Desa Muruy di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu (04/10), untuk meresmikan pembangunan 326 embung

Perkembangan Jagung Hibrida Badan Litbang Pertanian

Hasil gambar untuk jagung hibrida bima
Badan Litbang Pertanian selama periode 1992-2001 telah merilis 10 hibrida silang tiga jalur yaitu varietas Semar 1 – Semar 10 dan 1 hibrida

Tarabas, Beras Tipe Japonica Pertama Di Indonesia

Hasil gambar untuk beras tarabas

Dalam rangka mendukung terwujudnya kedaulatan pangan Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor beras khususpada tahun 2017. Beras-beras khusus yang selama ini masih diimpor oleh Indonesia

Alat & Mesin Pengolahan Tanah dan Padi (Tradisional dan Modern)


Persawahan

Di dalam usaha pertanian, pengolahan tanah dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi fisik; khemis dan biologis tanah yang lebih baik sampai kedalaman tertentu agar sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Di samping itu pengolahan tanah bertujuan pula untuk : membunuh gulma dan tanaman yang tidak diinginkan; menempatkan seresah atau sisa-sisa tanaman pada tempat yang sesuai agar dekomposisi dapat berjalan dengan baik; menurunkan laju erosi; meratakan tanah untuk memudahkan pekerjaan di lapangan; mempersatukan pupuk dengan tanah; serta mempersiapkan tanah untuk mempermudah dalam pengaturan air.

ALAT-ALAT TRADISIONAL PERTANIAN

Pulau Bali, pulau kecil munggil nan unik dengan segala keindahan panorama alam nya, dengan keunikan budayanya telah berhasil memikat hati para wisatawan di dunia. Berbicara soal keindahan panaroma Alam Bali, Keunikan Budaya Bali dan Pesatnya Pariwisata Bali kita tidak bisa terlepas dari sebuah dunia yang disebut Pertanian Bali. Pertanian di bali memiliki pertalian yang erat antara Budaya, Agama, Alam Bali dan Pariwisata di Bali.