Blogger templates

Selasa, 28 November 2017

Mekanisasi Pertanian

Hasil gambar untuk mekanisasi pertanian
Teknologi pertanian sering dipahami sebagai penggunaan mesin-mesin pertanian lapang (mechanization) pada proses produksi pertanian, bahkan sering dipandang sebagai traktorisasi. Pemahaman seperti itu dapat dimaklumi karena introduksi teknologi di bidang pertanian ketika itu diawali dengan gerakan mekanisasi pertanian untuk memacu produksi pangan terutama dengan penerapan traktor seperti percobaan mekanisasi pertanian di Sekon Timor-Timur tahun 1946, pool-pool traktor pada tahun 1958, perusahaan bahan makanan dan pembukaan lahan tahun 1958, serta PN. Mekatani (Mekanisasi Pertanian) tahun 1962.

Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa orang.Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum mekanisasi pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di dalam produksi pertanian. Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian. Ada pula yang mengartikan bahwa pada saat ini teknologi mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis, namun sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor, nuklir, image processing, bahkan sampai teknologi robotik. Jenis teknologi tersebut digunakan baik untuk proses produksi, pemanenan, dan penanganan atau pengolahan hasil pertanian.

Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani. Pengalaman dari negara-negara tetangga Asia menunjukkan bahwa perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan teknologi biologis, dan teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi pertanian yang gagal telah terjadi di Srilangka yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan mesin-mesin impor secara langsung tanpa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik pertaniannya. Berbeda halnya dengan Jepang yang melakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru memproduksi sendiri untuk digunakan oleh petani mereka.

Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang memadainya dukungan prasarana pertanian. Prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian. Pengelolaan lahan, pengaturan dan manejemen pengairan yang meliputi irigasi dan drainase, serta pembuatan jalan-jalan transportasi daerah pertanian, dan masih banyak lagi aspek lainnya yang belum disentuh secara sungguh-sungguh dan profesional.
Relevansinya dengan hal tersebut, beberapa hal penting yang harus dilaksanakan antara lain adalah merencanakan atau memperbaiki kondisi lahan (konsolidasi lahan). Selain itu juga mendatangkan dan mengupayakan agar prasarana dan sarana pertanian sampai dan tersedia di lapangan tepat waktu sehingga dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi pertanian modern. Pengembangan teknologi pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat kita umumnya dan petani khususnya. Dapat dipastikan bahwa jika teknologi pertanian yang cocok tersebut telah berhasil dikembangkan dan diterapkan di negara kita, maka ketahanan pangan atau swasembada pangan pasti akan tercapai sehingga kemandirian dalam hal ekonomi dan politik dapat kita wujudkan. Apabila hal tersebut benar-benar kita miliki, maka dalam menghadapi era global nanti kita sudah punya bekal paling tidak ketahanan pangan dalam menghadapi beberapa goncangan. Dengan ketahanan pangan berarti bahaya kekurangan pangan atau kelaparan akibat tajamnya persaingan pada era global dapat dihindarkan. Pada akhirnya kita punya modal kemandirian minimal dalam satu aspek pangan dan beberapa aspek lainnya misalnya keutuhan bangsa dan semangat untuk berkompetesi demi kemajuan bangsa yang berdaulat dan bermartabat

Dua Program Kementan untuk Tingkatkan SDM Pertanian





Kementerian Pertanian ( Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) tengah berupaya meningkatkan kapasitas maupun kualitas sumber daya manusia pertanian dalam negeri.

Kepala BPPSDMP Kementan Momon Rusmono mengatakan, BPPSDMP memiliki peran yang sangat penting khususnya pada penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

"Dengan program dan kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan, maka akan terbentuk sumber daya manusia pertanian yang professional mandiri dan berdaya saing," ujar Momon saat konfrensi pers di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Momon mengatakan, dalam menjalankan program dan kegiatan penyuluhan pihaknya akan menjalankan dua program aksi yaitu Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) dan Regenerasi Petani.

(Baca: Indonesia Kekurangan 28.000 Penyuluh Pertanian)

Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung swasembada berkelanjutan melalui pencapaian target produksi komoditas strategis tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan, pembibitan, perbenihan.

"BPPSDMP juga melakukan reposisi dan fokus pada kegiatan-kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendidikan dengan melakukan prioritasi kegiatan penyuluhan," tambah Momon.

Adapun program yang menjadi prioritas adalah peningkatan kualitas sunber daya manusia di wilayah sentra pangan, komoditas strategis, termasuk daerah perbatasan.

"Pelatihan dengan menggunakan metode tematik, seperti penyelesaian masalah, pelatihan kesiapan pelaksanaan program, pendidikan vokasi pertanian," papar Momon.

Berbagai program tersebut ditempuh pemerintah guna menjawab masalah terkait kekurangan jumlah penyuluh pertanian saat ini.

Tercatat dari 72.000 desa yang berpotensi di bidang pertanian, baru tersedia 44.000 tenaga penyuluh pertanian, sedangkan jumlah idealnya adalah satu desa satu penyuluh pertanian.

Berdasarkan data Kementan, hingga periode Mei 2017, realisasi anggaran BPPSDMP Kementan baru mencapai 31,78 persen atau Rp 330 miliar dari total pagu anggaran 2017 sebesar Rp 1,041 triliun.

Adapun realisasi tersebut terbagi menjadi empat bagian program utama BPPSDMP Kementan 2017 seperti program pemantapan sistem pelatihan pertanian sebesar Rp 61 miliar.

Kemudian, program pemantapan sistem penyuluhan pertanian sebesar Rp 160 miliar, selain itu, progran dukungan manajemen serta bantuan teknis sebesar Rp 19 miliar, dan pendidikan pertanian sebesar Rp 89 miliar.

Senin, 27 November 2017

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

Hasil gambar untuk masyarakat kota


Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.

Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya

Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :

– konflik

– kontraversi

– kompetisi

MASYARAKAT PERKOTAAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN

Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.

Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
ketentuan kasta dan contoh perilaku.

Mobilitas Sosial.

Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi

nya kelembagaan-kelembagaan.
banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah
waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan
bepergian setiap hari di dalam atau di luar
waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial.
masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif

Pengawasan Sosial.

Di kota pengawasan lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran

Pola Kepemimpinan

Menentukan kepemimpinan di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi

dari individu dibandingkan dengan kota

Standar Kehidupan

Di kota tersedia dan ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian

Kesetiakawanan Sosial

Kesetiakawanan sosial pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masingmasing faktor yang berbeda

Nilai dan Sistem Nilai

Nilai dan system nilai di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dan

norma yang berlaku

Hubungan desa dan kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan

Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.

sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

– Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.

– Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.

– Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.

– Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.

– Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :

a) Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .

b) Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya ;

c) Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru ;

d) Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .

Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :

1) Menekan angka kelahiran

2) Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota

3) Membendung urbanisasi

4) Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah

5) Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa – desa yang telah ada di sekitar kota besar 6) Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan
 

Cara Menanam Anggur dari Bijinya

Gambar berjudul Grow Grapes from Seeds Step 1

Pernahkah Anda berkeinginan menanam anggur sendiri? Tanaman anggur adalah tanaman yang indah sekaligus berguna, dan merupakan salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan oleh manusia. Tanaman anggur biasanya direproduksi dari stek atau cangkok, namun jika Anda bertekad (karena ini sangat sulit!) dan sabar (karena ini akan memakan waktu cukup lama), Anda dapat menanam anggur dari bijinya. Bacalah kelanjutan artikel ini untuk mengetahui cara melakukannya.
Langkah



1
Pilihlah varietas anggur yang tepat. Ada ribuan varietas anggur di dunia. Agar bisa berhasil menanam anggur, pilihlah varietas yang terbaik untuk Anda. Lakukan beberapa riset mengenai varietas anggur, dengan memperhatikan beberapa pemikiran berikut:
Maksud/tujuan Anda menanam anggur. Anda mungkin menginginkan anggur untuk dimakan sebagai buah, diolah menjadi selai, diolah menjadi minuman (wine), atau sekadar ingin memiliki keindahan tanaman anggur yang merambat di halaman Anda. Temukan manakah varietas terbaik yang sesuai dengan maksud/tujuan Anda.
Kondisi iklim di daerah Anda. Setiap varietas anggur berbeda, dan lebih cocok untuk wilayah geografis dan kondisi iklim tertentu. Pelajari tentang jenis tanaman anggur yang dikenal tumbuh dengan baik di wilayah Anda.


2
Dapatkan benih/biji anggur. Segera setelah Anda mengetahui varietas anggur yang ingin Anda tanam, carilah bijinya. Anda bisa mendapatkannya dari buah anggur yang Anda beli, dari pusat pembibitan, atau dari petaninya.


3
Pastikan bahwa benih/biji tersebut layak tanam. Periksalah biji anggur yang Anda dapat, pastikan dalam keadaan sehat dan kondisinya baik.
Remaslah biji anggur dengan lembut di antara dua jari. Benih yang sehat akan keras dan tetap kokoh saat disentuh/diremas.
Perhatikan warna benih/biji. Pada benih anggur yang sehat, Anda akan melihat warna abu-abu pucat atau putih di bawah kulit biji.
Masukkan biji-biji tersebut ke dalam air. Benih/biji yang sehat serta layak tanam akan tenggelam saat dimasukkan ke dalam air. Buanglah biji-biji yang mengapung.


4
Siapkan benih/biji. Ambilah benih yang layak lalu cucilah secara menyeluruh untuk menghilangkan ampas atau bahan lain yang menempel. Rendamlah biji-biji tersebut dalam sedikit air distilasi (air yang telah disuling) hingga selama 24 jam.


5
Lakukan proses stratifikasi pada benih. Banyak biji memerlukan periode dingin dan kondisi basah untuk memulai proses perkecambahan. Secara alami, hal itu dapat dicapai jika benih berada di dalam tanah pada musim dingin. Anda dapat meniru kondisi tersebut melalui proses stratifikasi. Untuk biji anggur, waktu terbaik untuk memulai stratifikasi adalah bulan Desember (musim dingin di belahan bumi utara).
Siapkan sebuah bedeng untuk benih Anda. Isilah kantung udara atau kapsul dengan media yang lembut seperti kertas tisu yang basah atau pasir, vermiculite (media tanam terbuat dari mineral steril dengan porositas tinggi, mampu menyerap air dalam jumlah banyak juga mudah dikeringkan secara cepat) atau peat moss (gambut) yang telah dibasahi. Peat moss adalah pilihan terbaik untuk benih anggur karena media tersebut memiliki sifat antijamur sehingga akan mengurangi jamur yang akan merusak benih.
Selipkan benih ke dalam bedeng. Tutup benih tersebut dengan media tumbuh sekitar 1,25 cm.
Dinginkan benih. Temperatur ideal untuk proses stratifikasi adalah stabil pada angka 1-3ºC, sehingga kulkas merupakan tempat terbaik untuk proses ini. Simpanlah benih di dalam kulkas selama dua sampai tiga bulan. Perhatikan, jangan sampai benih tersebut membeku.


6
Tanamlah benih anggur. Pada awal musim semi, ambil biji dari kulkas dan tanamlah di dalam pot yang telah diisi tanah yang bagus.
Tanamlah benih anggur secara individual dalam pot kecil, atau beberapa benih dalam pot besar dengan minimal jarak sekitar 3,8 cm.
Pastikan bahwa benih Anda berada dalam kondisi cukup hangat. Untuk perkecambahan yang bagus, benih anggur memerlukan temperatur harian minimal 20ºC dan temperatur pada malam hari sekitar 15ºC. Gunakan teknik rumah kaca atau alas/keset pemanas untuk menjaganya dalam temperatur yang tepat.
Jagalah agar tanah tetap basah namun tidak terlalu basah hingga tergenang. Berikan pengembunan pada permukaan benih menggunakan penyemprot air yang halus ketika tanah terlihat mulai kering.
Amati pertumbuhannya. Benih anggur umumnya memerlukan waktu sekitar 2-8 minggu untuk berkecambah.


7
Lakukan transplantasi bibit. Ketika benih anggur Anda sudah mulai tumbuh kira-kira 8 cm, pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar. Untuk kesehatan tanaman, biarkan bibit tersebut di dalam ruangan hingga mencapai tinggi sekitar 30 cm, memiliki perakaran yang bagus dan setidaknya telah memiliki 5-6 lembar daun.


8
Tanamlah bibit anggur di dalam tanah. Untuk dapat berkembang dengan baik, tanaman anggur memerlukan banyak sinar matahari, drainase yang tepat dan juga konstruksi pendukung (teralis, dll.).
Pilihlah lokasi yang tepat. Untuk pertumbuhan yang terbaik, tanaman anggur memerlukan 7-8 jam penyinaran matahari penuh.
Siapkan lahan/tanah untuk menanam. Tanaman anggur memerlukan tanah dengan drainase baik. Jika Anda memiliki tanah lempung dengan drainase buruk, tambahkan kompos yang sudah membusuk, pasir atau bahan lain yang berguna untuk meningkatkan drainase. Sebagai alternatif, gunakan bedeng yang ditinggikan berisi tanah lempung berpasir yang bagus dicampur dengan kompos.
Berikan jarak tanam sekitar 2,5 meter untuk memungkinkan pertumbuhan yang bagus.


9
Buatlah penopang yang tepat untuk tanaman anggur. Tanaman anggur yang tumbuh merambat memerlukan teralis atau anjang-anjang sebagai penopang. Pada tahun pertama, ketika tanaman masih kecil, akan diperlukan tiang untuk menopang tanaman yang bertumbuh ke atas. Seiring dengan pertumbuhannya, Anda akan perlu membuatkan teralis atau anjang-anjang. Ikatkan ujung tunas ke kawat, dan biarkan tanaman bertumbuh sepanjang kawat tersebut.


10
Rawatlah tanaman secara tepat dan bersiap menunggu. Tanaman anggur yang tumbuh merambat membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mulai berbuah. Selama waktu tersebut, perawatan secara tepat sangat penting untuk dilakukan agar tanaman bisa menghasilkan buah yang baik.
Pada tahun pertama: amati pertumbuhannya. Pilihlah tiga bagian tunas tanaman yang terkuat dan biarkan tumbuh. Petik dan buanglah yang lain. Tiga tunas yang tersisa akan tumbuh lebih kuat dan lebih kuat lagi.
Pada tahun kedua: lakukan pemupukan dengan pupuk yang seimbang. Buanglah tandan bunga yang muncul; membiarkan tanaman untuk berbuah terlalu dini akan menguras energi. Buanglah setiap kuncup dan tunas yang tumbuh kecuali tiga tunas utama yang telah Anda pilih pada tahun pertama. Pangkaslah secara tepat. Bebaskan agar tunas-tunas tumbuh memanjang ke anjang-anjang atau teralis.
Pada tahun ketiga: lanjutkan pemupukan dan buang kuncup dan tunas-tunas. Selama tahun ketiga ini, Anda dapat membiarkan beberapa tandan bunga berkembang menjadi buah anggur kecil.
Pada tahun keempat dan selanjutnya: lanjutkan pemupukan dan pemangkasan. Tahun keempat dan selanjutnya, Anda dapat membiarkan semua tandan bunga menjadi buah, jika Anda menginginkannya.

Cara Lain Menyiapkan Benih Tanaman Anggur



1
Siapkan benih tanaman anggur dengan mengeringkannya selama beberapa hari. Letakkan biji kering di antara dua lapis kertas tisu yang dibasahi dalam sebuah wadah. Anda bisa juga menempatkan benih dalam tanah basah yang dimasukkan ke dalam plastik atau botol.


2
Letakkan wadah tersebut di dalam kulkas selama kira-kira 2 sampai 3 bulan.


3
Keluarkan benih dari kulkas. Pastikan biji-biji tersebut bersih, jika berada di dalam tanah. Cobalah untuk melepaskan kertas dengan cara memarutnya menggunakan kertas ampelas dan sebuah tutup. Kocoklah selama beberapa menit.
Jika tidak memiliki kertas ampelas, Anda bisa menggunakan parutan.


4
Letakkan benih/biji ke dalam campuran air, sabun cuci piring dan pemutih dengan perbandingan 4:2:1. Rendamlah selama 15 menit, lalu bilas. Kemudian rendam biji ke dalam air selama 24 jam.


5
Letakkan benih tersebut di antara dua kertas tisu basah atau di dalam tanah.


6
Tanamlah anggur.
Siapkan semua keperluan untuk menanam anggur, seperti lahan di luar, pengendali hama organik dan larutan antijamur untuk tanaman anggur (tanaman ini bisa sangat cepat berjamur). Baking soda dan susu bekerja dengan baik sebagai larutan antijamur.
Ketika benih anggur mulai tumbuh dan mencapai ketinggian sekitar 12-30 cm, tempatkan tanaman anggur di luar ruang.
Amati pertumbuhannya dan buatlah teralis untuk menopangnya.
Tips
Jangan mengharapkan benih/biji yang Anda tanam menghasilkan jenis anggur yang tepat sebagaimana di tempat asalnya. Anda mungkin akan terkejut dengan hasilnya!
Benih/biji anggur dapat distratifikasi untuk waktu yang lama (bahkan bertahun-tahun), karena dalam kondisi tersebut benih akan tetap aktif.
Jika Anda tidak yakin cara mengelola dan memangkas tanaman anggur Anda, berkonsultasilah dengan ahli tanaman atau petugas di pusat pembibitan untuk mendapatkan bantuan.
Jika benih/biji yang Anda tanam pada usaha pertama tidak tumbuh, kembalikan pada proses stratifikasi dan cobalah tanam kembali pada musim berikutnya
 

Varietas Unggul Baru Inpari 38, 39, 41 untuk Lahan Sawah Tadah Hujan





Ancaman kekeringan terhadap produksi padi dapat disebabkan oleh frekuensi El Nino yang meningkat akibat pemanasan global, atau permasalahan teknis terkait irigasi. Ekosistem padi yang peka terhadap kekeringan adalah lahan sawah tadah hujan, lahan kering (gogo), lahan rawa lebak (terminal-late drought), dan lahan sawah irigasi dengan teknik pengelolaan irigasi yang kurang baik.

Lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang memiliki pematang namun tidak dapat diairi dengan ketinggian dan waktu tertentu secara kontinu. Oleh karena itu, pengairan lahan sawah tadah hujan sangat ditentukan oleh curah hujan sehingga risiko kekeringan sering terjadi pada daerah tersebut pada musim kemarau.

Lahan sawah tadah hujan yang berpematang berpeluang mendapatkan cekaman genangan air pada saat curah hujan tinggi dan kekeringan apabila curah hujan rendah. Terjadinya perubahan dari kondisi lahan kering ke lahan tergenang atau sebaliknya, dapat menyebabkan masalah serius dalam hal ketersediaan hara tanaman, gulma, serta serangan penyakit terutama penyakit blas.

Menanam varietas padi yang tahan adalah salah satu cara pengendalian penyakit yang paling efektif dan efisien. Varietas padi untuk lahan sawah tadah hujan yang memiliki sifat tahan terhadap penyakit blas masih terbatas. Namun sangat diperlukan diversifikasi varietas tahan penyakit blas untuk menanggulangi penyakit tersebut agar gen ketahanan tidak mudah patah. Diperlukan sejumlah varietas dengan keragaman gen ketahanan yang luas yang dianjurkan untuk ditanam oleh petani.

INPARI 38 TADAH HUJAN memiliki hasil gabah kering giling 5.71 t/ha, potensi hasil 8.16 t/ha, berumur genjah, dan agak toleran terhadap kekeringan. Varietas ini agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, tahan-agak tahan penyakit blas.



INPARI 39 TADAH HUJAN memiliki hasil gabah kering giling 5.89 t/ha dengan potensi hasil 8.45 t/ha, berumur genjah (115 ± 4 hari setelah sebar), dan agak toleran terhadap kekeringan, dan tahan terhadap penyakit 4 ras blas.

INPARI 41 TADAH HUJAN memiliki rata-rata hasil gabah kering giling 5.57 t/ha dengan potensi hasil 7.83 t/ha, berumur genjah (114 hari), dan agak toleran terhadap kekeringan, serta tahan-agak tahan terhadap penyakit blas.

Varietas-varietas unggul padi tersebut berpeluang untuk meningkatkan hasil padi di lahan sawah tadah hujan dan menekan kehilangan hasil akibat berkembangnya penyakit. (TS/FZP)u
 

Budidaya Lada Perdu di Lahan tanah

 Hasil gambar untuk gambar lada

Teknik Budidaya Tanaman Lada

  1. Pembibitan
  • Terjamin kualitas bibitnya
  • Bibit bebas dari hama dan penyakit
  • Berasal dari kebun induk produksi yang sudah berumur 10 bulan – 3 tahun

  1. Pengolahan media tanam
  • Cangkulan pertama, pembalikan tanah sedalam 20 – 30 cm
  • Taburkan kapur pertanian dan diamkan 3 – 4 minggu
  • Cangkulan kedua, haluskan dan ratakan tanah

  1. Teknik penanaman
  • Sistem penanaman adalah monokultur
  • Lubang tanam dibuat limas dengan ukuran atas 40 cm x 35 cm, bawah 40 cm x 15 cm dari kedalaman 50 cm
  • Biarkan lubang tanam selama 10 – 15 hari baru bibit mulai ditanam
  • Waktu penanaman sebaiknya pada musim hujan
  • Ditanam dengan cara menghadapkan bagian yang ditumbuhi akar lekat kebawah, sedangkan bagian belakang menghadap ke atas
  • Taburkan pupuk kandang 0,75 – 100 gram per tanaman yang sudah dicampur dengan Natural Glio
  • Tutup lubang tanam dengan tanah galian atas yang sudah dicampur pupuk dasar NPK 20 gram per tanaman

  1. Pemeliharaan tanaman
  • Pengikatan Sulur Panjat
Panjat  menggunakan tali. Ikat dengan teknik dipilin dan dilipat hingga mudah lepas jika sulur tumbuh besar dan akar lekatnya sudah melekat di tiang panjat.

  • Penyiangan dan Pembubunan
Penyiangan dilakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan.

  • Perempatan
Perempalan atau pemangkasan dilakukan pada dahan, bahan, ranting yang tidak produktif, atau terserang hama dan penyakit. Atau pucuk dan batang, yang tidak memiliki dahan yang produktif. Batang yang sudah tua supaya meremajakan tanaman menjadi muda kembali dan produktif.

  • Pemupukan susulan
Penyemprotan menggunakan POC NASA dengan dosis 4 sampai 5 tutup atau POC NASA sebanyak 3 sampai 4 tutup + HORMONIK 1 tutup per tangki setiap 3 atau 4 minggu sekali.
Pupuk makro diberikan sebagai berikut :
UMUR (BLN) PUPUK MAKRO (GRAM/POHON)
UREA SP 36 KCL
3-4 35 15 20
4-5 35 20 25
5-6 35 25 30
6-17 35 30 35

  • Pengairan dan penyiraman
Pada musim kemarau penyiraman dilakukan sehari sekali pada sore hari. Pada musim hujan, tanah dan tanaman tidak boleh tergenang.
  • Pemberian mulsa
Pada usia 3-5 bulan, berikan mulsa alami berupa dedaunan tanaman tahunan ataupun alang-alang.
  • Penggunaan tajar (ajir)
Sebaiknya gunakan tajar mati dari bahan kayu. Pangkal tajar diruncingkan, bagian ujung dibuat cabang untuk menempatkan batang lada yang panjangnya telah melebihi tinggi tajar. Panjang tajar 2,5-3 m..

  1. Panen
  • Ciri umur panen
Panen pertama pada umur tiga tahun atau kurang. Ciri tanaman yang siap panen adalah tangkainya berubah agak kuning dan sudah ada buah yang masak.
  • Cara panen
Pemetikan dilakukan dari buah bagian bawah kemudian menuju ke buah bagian atas, dengan mematahkan sendi pada tangkai buah yang berada di ketiak dahan
  • Periode panen
Periode panen sesuai iklim setempat, jenis lada yang ditanam dan intensitas pemeliharaan.
Bagikan informasi tentang Teknik Budidaya Tanaman Lada kepada teman atau kerabat Anda.

Selasa, 21 November 2017

MEKANISASI PERTANIAN

Pulau Bali, pulau kecil munggil nan unik dengan segala keindahan panorama alam nya, dengan keunikan budayanya telah berhasil memikat hati para wisatawan di dunia. Berbicara soal keindahan panaroma Alam Bali, Keunikan Budaya Bali dan Pesatnya Pariwisata Bali kita tidak bisa terlepas dari sebuah dunia yang disebut Pertanian Bali. Pertanian di bali memiliki pertalian yang erat antara Budaya, Agama, Alam Bali dan Pariwisata di Bali.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pertanian di bali adalah adalah sesuatu hal yang sangat kompleks sekali karena selalu bersentuhan dengan sektor yang lainnya, Sebagai contoh Sistem Subak yang sangat terkenal dan mendunia ini. Sistem Subak merupakan sebuah organisasi yang mengatur tata kelola sistem pengairan persawahan di bali yang menerapkan konsep "Tri Hita Karana" yakni sebuah konsep harmonisasi antara hubungan manusia dengan Tuhan, Lingkungan/alam dan manusia itu sendiri.
Dalam hal ini di sektor pertanian kita akan membahas mengenai alat tradisional pertanian yang selama ini di gunakan dalam menunjang usaha pertanian di bali.

I. PERALATAN PENGOLAHAN LAHAN
1. PERALATAN METEKAP / MEMBAJAK SAWAH

Metekap adalah istilah orang bali dalam membajak sawah mereka, peralatan tradisional yang mereka pakai terdiri dari "UGA" ditaruh pada leher kedua ekor sapi yang kemudian di ikat pada "TENGALA" dan "LAMPIT" yang berfungsi untuk membajak sawah.

2. TAMBAH/CANGKUL/PACUL

"Tambah" dalam istilah bali atau Cangkul atau pacul adalah satu jenis alat tradisional yang digunakan dalam pertanian. Cangkul digunakan untuk menggali, membersihkan tanah dari rumput atau pun untuk meratakan tanah. Cangkul masih digunakan hingga kini. Pekerjaan yang lebih berat biasanya menggunakan bajak. Cangkul biasanya terbuat dari kayu dan besi.

3. PETAKUT / ORANG-ORANGAN SAWAH

Petakut / orang orangan disawah biasanya dibuat dari batang bambu yang di bungkus dengan jerami hingga dibuat mirip seperti orang yang berada di tengah sawah, dengan tujuan untuk menghalau burung agar takut memakan biji padi yang sedang menguning.

4. RANGGON 

Ranggon merupakan gubuk yang berada di tengah lahan persawahan, biasanya digunakan sebagai tempat berteduh, tempat peristirahatan sejenak para petani selepas kesibukan di pematang sawah, ranggon juga biasanya digunakan sebagai tempat menyimpan peralatan pertanian oleh para petani.

II. PERALATAN PANEN
1. ANI-ANI / KETAM

Ani-ani atau ketam adalah sebuah pisau kecil yang dipakai untuk memanen padi. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, sehingga proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu, namun keuntungannya ialah, berbeda dengan penggunaan sebuah arit, tidak semua batang ikut terpotong. Dengan demikian, bulir yang belum masak tidak ikut terpotong.

2. ARIT / SABIT

Arit adalah alat pertanian untuk memotong padi di sawah dan merupakan alat pertanian yang penting bagi petani. Terbuat dari besi bertangkai, dibuat sedemikian rupa agar mudah dipakai. Matanya membentuk bulan sabit, karena itu disebut sabit. Dahulu sebagian besar arit merupakan hasil industri rumah tangga. Arit dibuat dan besi atau baja bekas yang ditempa secara tradisional menjadi berbentuk bulan sabit, lalu diberi gagang dari kayu. Arit bagi petani merupakan alat serbaguna, untuk memotong rumput makanan ternak dan membersihkan ladang, digunakan untuk mengiris manggar kelapa atau enau yang akan disadap niranya. Juga banyak digunakan untuk menuai padi karena dianggap lebih efektif dari pada ani-ani.
Jenis dan ragam arit juga banyak, tergantung kebutuhan dalam menggunakannya, mulai dari yang kecil hingga yang besar, Seperti Arit Pengaritan rumput, pengaritan padi yang matanya bergerigi, hingga arit penyalah dan caluk yang ukurannya lebih besar yang digunakan untuk memotong dahan yang keras dan lebih besar. 

3. GEREJAG/GEBOTAN 

Gerejag/Gebotan merupakan alat yang dipakai petani dalam proses panen di sawah, dimana alat ini berfungsi melepas biji padi dari tangkainya, dengan cara tangkai padi di ayunkan di gebotan sehingga biji padi bisa terlepas dari tanggkainya.

4. KERANJANG

Keranjang Merupakan alat untuk menampung hasil pertanian seperti buah, sayuran dan bisa juga digunakan untuk menampung rumput untuk ternak sapi para petani.


III. PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN HASIL PANEN
1. GELEBEG

Gelebeg / Lumbung Padi merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat menyimpan hasil panen, dahulu kala petani tidak pernah menjual seluruh beras produksi mereka kepada tengkulak, melainkan menyimpan padi hasil panen mereka di sebuah tempat yang disebut Gelebeg/jineng atau lumbung padi.

2. KETUNGAN, LESUNG & ELU

Alu merupakan alat pendamping lesung atau Ketungan dalam proses pemisahan sekam dari beras. Biasanya alu dibuat dari kayu. Bentuk alu memanjang seperti tabung dengan diameter sekitar 7 cm (tergantung besarnya lesung). Alu digunakan sebagai penumbuk gabah, sehingga beras terpisah dari sekam secara mekanik.

3. NYIU / TAMPI 

Nyiu / Tampi merupakan alat tradisional dari anyaman bambu yang berbentuk bundar, biasa digunakan untuk menampi padi atau beras dalam memisahkan latah/antah/amapas kulit padi dengan bantuan angin diayunkan dan ditiup sehingga antah bisa dipisahkan dari beras, juga bisa dipakai untuk menjemur. 

4. PAON


Paon / tungku dapur bali ini berfungsi sebagai tempat memasak hasil olahan pertanian di bali, bahan bakar dari tungku ini biasanya menggunakan kayu bakar. Kelengkapan di paon / dapur biasanya terdapat cublukan, kuskusan, kekeb, penggorengan,Sok Nasi, Ingka dan lain sebagainya selayaknya alat dapur lainnya.


IV. ALAT LAINNYA
1. KULKUL

Kulkul atau Kentongan merupakan alat komonikasi tradisional antar anggota masyarakat di bali yang pada umumnya terbuat dari bahan kayu atau bambu, yang mana pada bagian tengahnya terdapat lubang memanjang. Ada empat jenis kulkul yang dikenal masyarakat Bali yaitu : Kulkul Dewa, Kulkul Bhuta, Kulkul Manusa, dan Kulkul Hiasan. 

Kulkul Dewa adalah kulkul yang digunakan saat upacara Dewa Yadnya. Kulkul Dewa dibunyikan apabila akan memanggil para dewa. Kulkul Bhuta adalah kulkul yang digunakan saat upacara Bhuta Yadnya, Kulkul Bhuta dibunyikan apabila akan memanggil para Bhuta Kala guna menetralisir alam semesta sehingga keadaan alam menjadi aman dan tenteram. 
Kulkul Manusa adalah kulkul yang digunakan untuk kegiatan manusia, baik itu rutin maupun mendadak. 
Kulkul Hiasan disebut karena kulkul ini diberi hiasan-hiasan untuk menambah keindahannya. Biasanya kulkul ini dianggap sebagai barang antik oleh wisatawan yang datang ke pulau Bali, sering dijadikan oleh-oleh atau buah tangan. 

2. TIKA / KALENDER BALI

Tika merupakan Sejenis Kalender bali yang terbuat dari papan kayu yang dilengkapi dengan pahatan garis bernetuk kotak-kotak lengkap dengan simbol, dalam tika menggunakan model penanggalan Tahun Caka, Pawukon (WUKU), dan Wewaran. digunakan dalam menentukan musim tanam dalam pertanian.

3. KERONCONGAN SAPI

Keroncongan Sapi / Genta Sapi merupakan bandul dari kalung sapi yang terbuat dari kayu yang sudah tua, apabila sapi berjalan maka dari Keroncongan sapi ini akan keluar suara.